Fungsi Simpangan Baku: Pengertian, Rumus, dan Contoh

Simpangan baku adalah ukuran seberapa jauh data peristiwa dari nilai rata-ratanya. Dalam statistik, gunakan simpangan baku untuk menentukan seberapa jauh nilai dari rata-rata data pada suatu sampel.

Dalam artikel ini, kita akan membahas secara lengkap tentang fungsi simpangan baku dan cara penerapannya dalam statistik. Kita akan membahas pengertian, rumus, dan contoh penggunaan simpangan baku dalam statistik.

Pengertian Simpangan Baku

Simpangan baku adalah ukuran statistik yang menunjukkan seberapa jauh nilai-nilai dalam data sampel tersebar dari nilai rata-rata. Simpangan baku dihitung dengan mencari akar kuadrat dari varians.

Rumus Simpangan Baku

Rumus untuk menghitung simpangan baku adalah sebagai berikut:

σ = √(Σ(xi - μ)² / N)

  • σ = simpangan baku
  • Σ = jumlah seluruh nilai data
  • xi = nilai ke-i
  • μ = nilai rata-rata
  • N = total nilai dalam sampel

Contoh Penggunaan Simpangan Baku

Misalkan kita memiliki data sebagai berikut: 10, 12, 15, 18, 20. Untuk menghitung simpangan baku, kita harus terlebih dahulu menentukan rata-rata data tersebut.

μ = (10 + 12 + 15 + 18 + 20) / 5 = 15.0

Setelah menentukan nilai rata-rata, maka dilanjutkan dengan menghitung nilai kuadrat hasil selisih masing-masing data dengan rata-rata. Kemudian nilai tersebut dijumlahkan dan dibagi dengan total nilai data, sebagai berikut:

σ = √(1.5² + 0.5² + 0.5² + 2.5² + 4.5² / 5) = 3.39

Dalam contoh ini, simpangan baku dari data tersebut adalah 3.39.

FAQ

Apa perbedaan antara simpangan baku dan standar deviasi?

Simpangan baku dan standar deviasi adalah dua ukuran statistik yang sering digunakan untuk mengukur variasi data dalam suatu sampel. Perbedaan utama adalah cara menghitungnya. Simpangan baku adalah akar kuadrat dari varians, sementara standar deviasi adalah akar kuadrat dari varians yang dihitung dengan rata-rata data dan bukan selisih data dengan rata-rata.

Apa kegunaan dari simpangan baku?

Simpangan baku digunakan untuk mengukur seberapa jauh nilai-nilai dalam data tersebut tersebar dari rata-rata. Hal ini berguna dalam menentukan apakah data tersebut homogen atau heterogen.

Bagaimana cara menentukan apakah simpangan baku data tersebut tinggi atau rendah?

Simpangan baku yang tinggi menunjukkan bahwa data tersebut memiliki variasi yang besar. Sedangkan simpangan baku yang rendah menunjukkan bahwa data tersebut memiliki variasi yang kecil.

Kesimpulan

Dalam statistik, simpangan baku adalah ukuran seberapa jauh data peristiwa dari nilai rata-ratanya. Simpangan baku digunakan sebagai ukuran variasi dalam suatu sampel. Simpangan baku dihitung dengan mencari akar kuadrat dari varians. Semakin tinggi nilai simpangan baku, semakin besar variasi dalam data tersebut. Sebaliknya, semakin rendah nilai simpangan baku, semakin kecil variasi dalam data tersebut.

Written by Diandra Pratiwi

Diandra Pratiwi adalah seorang penulis artikel ilmu pengetahuan yang berfokus pada topik-topik seputar sains dan teknologi. Ia memiliki gelar sarjana dalam bidang Fisika dan telah menulis untuk berbagai platform online selama lebih dari lima tahun. Dengan pengetahuan yang mendalam dan kemampuan menulis yang kuat, Diandra berusaha untuk menyampaikan informasi ilmiah secara jelas dan mudah dipahami bagi pembaca dari berbagai latar belakang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Cover Makalah Word: Semua yang Perlu Anda Ketahui

Perbesaran Bayangan Cermin Cekung: Mengoptimalkan Pencitraan Dengan Efektif